Bismillahirrohmanirrohim ......
kehidupan kita memang berlandaskan waktu.. begitupun dengan jarak yang kita
alami. jarak yang sedang kita jalani saat ini adalah pengaruh waktu, dimana
waktu yang begitu lama mempertemukan kita. jika saja dahulu saat pertama kita
sudah berjumpa, mungkin jarak kita saat ini tidak sesakit yang kita rasakan.
jarak itu bukanlah suatu penghalang bagi kita, jika cinta kita berlandaskan
kesetiaan, kejujuran, ketulusan dan saling menjaga. jarak itu hanyalah sebagai
perantara hubungan kita. pada jarak juga kita pantas berterima kasih, dengan
adanya jarak kita dapat memahami apa itu arti mencinta, apa itu arti merindu
dan apa itu arti sakit saat berada jauh dari sisi orang yg kita cintai.
terkadang kita berpikir jarak terlalu kejam kepada kita, tapi kita tak pernah
sadar bahwa jarak jua lah yang telah mempersatukan kita slama ini, jarak jua
lah yang telah memberikan kita kekuatan untuk mengarungi kehidupan kita berdua.
mungkin kita pernah berfikir, mereka yang tidak terpisahkan oleh jarak sangat
senang dan bahagia. tapi pernah kah kita berpikir, apakah mereka pernah
mengenal arti rindu seperti yang kita rasakan,, apakah mereka mengenal
bagaimana arti kesetiaan yang kita rasakan,, apakah mereka mengenal bagaimana
rasa mencintai setulus hati dan apakah mereka pernah merasakan bagaimana
sakitnya mencintai orang yg begitu berarti hanya dalam mimpi. mereka tidak
pernah merasakan apa yg kita rasakan. mereka hanya merasakan rindu sebatasnya,
kasih sayang sewajarnya, cinta seadanya dan ketulusan hanya sedikitnya. disatu
sisi mereka tanpak bahagia, dilain sisi mereka tampak menderita.. menderita
akan rasa kasih sayang seadanya..
kita memang terpisah jarak, tapi tidak terpisah pikiran, hati dan perasaan..
jarak yang kita rasakan hanyalah perpaduan waktu yg belum kita temukan.
yakinlah kelak suatu hari apa yg kita rasakan akan berbuah manis. inilah
kehidupan, "setiap kehidupan itu memiliki makna, bahkan lumut yg
melekat dibatu dalam air memiliki makna". jarak hanyalah perantara dan
pemanis kisah kita berdua, jarak yang mempertemukan kita dan jarak jua kelak
yang akan memisahkan kita.
sejauh apapun jarak memisahkan kita,
tapi jarak tidak mampu melepaskan eratnya genggamanku melekat dijemari mu.
jarak juga tidak mampu memupuskan kasih sayang ku padamu, jarak juga tidak
mampu menghapus ingatanku padamu.
jarak hanya mampu memisahkan raga ku dari mu, tapi jarak tidak mampu memisahkan
jiwa ku yg melekat didasar jiwamu, hatiku yang melekat didasar hatimu dan
pikiran ku yang melekat di dasar pikiranmu.. jarak sekarang bisa tersenyum
melihatku, tapi tidak tersenyum melihat jiwa dan hatiku. karena jarak hanya
bisa memisahkan sebagian kecil aku dari dirimu.